Rabu, 25 November 2009

Manusia Biasa

Aku manusia biasa, bukannya suci
Aku manusia biasa, bukannya malaikat
Aku manusia biasa, bukannya nabi

Terkadang aku lemah, bukannya selalu kuat
Terkadang aku jatuh, bukannya selalu berlari
Terkadang aku menangis, bukannya selalu tertawa
Terkadang aku rapuh, bukannya selalu tegap

Aku tak kuasa, hanya Engkau Yang Maha Kuasa
Aku tak selalu mengetahui, hanya Engkau Yang Maha Mengetahui
Aku selalu punya rahasia, hanya bagiMu tak ada rahasia

Saat air mata menetes, hanya Engkau Yang Maha Melihat
Saat lidah merintih, hanya Engkau Yang Maha Mendengar
Saat takut, hanya Engkau Yang Maha Melindungi
Saat sakit, hanya Engkau Yang Maha Menyembuhkan

Mungkin sujudku belum sempurna
tapi aku akan selalu berusaha bersujud

Senin, 23 November 2009

ini slide insya Allah utk presentasi KAPSEL PELAYANAN PUBLIK

http://www.4shared.com/file/157400055/d855c665/PELAYANAN_PUBLIK_KAPSEL_utk_presentasi.html

atau klik disini

Kamis, 19 November 2009

Makalah Kapsel Pelayanan Publik

donwload
http://www.4shared.com/file/154752872/af814f34/makalah_jadi_kapsel_pelayanan.html

atau

disini

Senin, 09 November 2009

Hasil Wawancara LPSE

Hasil wawancara dengan salah satu petinggi LPSE (namanya lupa,he3x)
•Dalam pembentukannya, LPSE mendapat kucuran dana dari USAID. Kemudian untuk biaya operasionalnya hingga kini dibiayai melalui APBD Jabar
•Jalur sederhana dan ideal untuk mengikuti proses e-procurement adalah (i) mengikuti pelatihan (gratis), (ii) melakukan registrasi, (iii) melakukan verifikasi, dan (iv) mengupload data.
•LPSE hanya sebagai “mediator/pengawal” antara SKPD dan rekanan, jadi panitia pemilihan tender pun berasal dari SKPD terkait.
•Hingga saat ini, LPSE hanya melayani e-procurement dari instansi pemerintahan
•Hambatan yang dihadapi adalah rekanan yang belum menguasai teknologi yang diperlukan dalam proses e-procurement.
•Blacklist dilakukan bila: (i) rekanan memalsukan data, informasi, (ii) hasil kerja tidak sesuai kesepakatan, dan sebab-sebab lainnya. Status blacklist ini berlaku selama dua tahun. Hingga saat ini belum ada peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai tata cara memulihkan nama baik atau penyanggahan atas status blacklist.
•Ruangan di gedung LPSE terdiri dari tiga ruang utama, yaitu ruangan pelatihan, ruangan registrasi, dan ruang bidding (untuk upload data, pengumuman pemenang). Namun sementara ini masih “ditumpuk” menjadi dua ruangan, yaitu ruangan pelatihan, dan ruangan Help Desk (yang digunakan untuk registrasi, verifikasi, dan mengupload data).

Kamis, 29 Oktober 2009

Selamat Jalan Sahabatku...


Telah berpulang ke Rahmatullah, Solehudin (paling kiri), sahabatku yang sangat lembut tuturnya...
Soleh terkenal dgn kesolehannya, beliau aktif berdakwah dikampus dan menjabat sebagai ketua DKM...
Saya sering bertanya mengenai masalah2 agama ke beliau, beliau dgn lembut dan sabar menjawabnya...
Beliau wafat di hari Jumat Bulan Ramadhan Tahun 2009,Subhanallah...Alangkah nikmatnya meninggal di Bulan Ramadhan, saat Allah sangat melimpahkan Rahmat dan AmpunanNya, hari Jumat lagi...hari yang memiliki byk keistimewaan...Beruntungnya sahabatku...

Kamis, 03 September 2009

Definisi dan Perkembangan Ilmu Antropologi

DEFINISI ANTROPOLOGI
Antropologi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir atau muncul berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa. Terbentuklah ilmu antropologi dengan melalui beberapa fase. Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal, tunggal dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal daerah yang sama, antropologi mirip seperti sosiologi tetapi pada sosiologi lebih menitik beratkan pada masyarakat dan kehidupan sosialnya.

Pengertian
Antropologi berasal dari kata anthropos yang berarti "manusia", dan logos yang berarti ilmu. Antropologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologis sekaligus makhluk sosial. Beberapa definisi Antropologi :
William A. Haviland
Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.
David Hunter
Antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia.
Koentjaraningrat
Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.
Dari definisi tersebut, dapat disusun pengertian sederhana antropologi, yaitu sebuah ilmu yang mempelajari manusia dari segi keanekaragaman fisik serta kebudayaan (cara-cara berprilaku, tradisi-tradisi, nilai-nilai) yang dihasilkan sehingga setiap manusia yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda.
Asean news Network
Antropologi merujuk kepada bidang sains yang khusus membuat kajian mengenai asal-usul manusia yaitu seperti perkembangan fisika seperti bentuk muka, hidung, mata, dagu dan perkembangan budaya, dan adat resam.
Wikipedia.org
Antropologi adalah ilmu tentang keanekaragaman manusia dan kebudayaannya. Antropologi memiliki subdisiplin seperti antropologi biologi, etaolinguistik, arkeologi-prehistori, dan etnologi (ilmu tentang suku-suku bangsa berhubungan dengan masalah-masalah kebudayaan—menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia karya Badudu-Zein).
Kesimpulan Pengertian :
Antropologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang manusia dan hal-hal yang berkaitan dengan manusia itu sendiri, yang mencakup keanekaragaman fisik dan perilaku yang muncul akibat rasa keingintahuan manusia yang tidak terbatas baik di lingkungan kecil maupun universal serta kebudayaan yang dihasilkan.

Perkembangan Ilmu Antropologi

Seperti halnya Sosiologi, Antropologi sebagai sebuah ilmu juga mengalami tahapan-tahapan dalam perkembangannya.
Koentjaraninggrat menyusun perkembangan ilmu Antropologi menjadi empat fase sebagai berikut:

Fase Pertama (Sebelum tahun 1800-an)
Sekitar abad ke-15-16, bangsa-bangsa di Eropa mulai berlomba-lomba untuk menjelajahi dunia. Mulai dari Afrika, Amerika, Asia, hingga ke Australia. Dalam penjelajahannya mereka banyak menemukan hal-hal baru. Mereka juga banyak menjumpai suku-suku yang asing bagi mereka. Kisah-kisah petualangan dan penemuan mereka kemudian mereka catat di buku harian ataupun jurnal perjalanan. Mereka mencatat segala sesuatu yang berhubungan dengan suku-suku asing tersebut. Mulai dari ciri-ciri fisik, kebudayaan, susunan masyarakat, atau bahasa dari suku tersebut. Bahan-bahan yang berisi tentang deskripsi suku asing tersebut kemudian dikenal dengan bahan etnogragfi atau deskripsi tentang bangsa-bangsa.
Bahan etnografi itu menarik perhatian pelajar-pelajar di Eropa. Kemudian, pada permulaan abad ke-19 perhatian bangsa Eropa terhadap bahan-bahan etnografi suku luar Eropa dari sudut pandang ilmiah, menjadi sangat besar. Karena itu, timbul usaha-usaha untuk mengintegrasikan seluruh himpunan bahan etnografi.

Fase Kedua (tahun 1800-an)
Pada fase ini, bahan-bahan etnografi tersebut telah disusun menjadi karangan-karangan berdasarkan cara berpikir evolusi masyarakat pada saat itu. masyarakat dan kebudayaan berevolusi secara perlahan-lahan dan dalam jangka waktu yang lama. Mereka menganggap bangsa-bangsa selain Eropa sebagai bangsa-bangsa primitif yang tertinggal, dan menganggap Eropa sebagai bangsa yang tinggi kebudayaannya
Pada fase ini, Antopologi bertujuan akademis, mereka mempelajari masyarakat dan kebudayaan primitif dengan maksud untuk memperoleh pemahaman tentang tingkat-tingkat sejarah penyebaran kebudayaan manusia.

Fase Ketiga (awal abad ke-20)
Pada fase ini, negara-negara di Eropa berlomba-lomba membangun koloni di benua lain seperti Asia, Amerika, Australia dan Afrika. Dalam rangka membangun koloni-koloni tersebut, muncul berbagai kendala seperti serangan dari bangsa asli, pemberontakan-pemberontakan, cuaca yang kurang cocok bagi bangsa Eropa serta hambatan-hambatan lain. Dalam menghadapinya, pemerintahan kolonial negara Eropa berusaha mencari-cari kelemahan suku asli untuk kemudian menaklukannya. Untuk itulah mereka mulai mempelajari bahan-bahan etnografi tentang suku-suku bangsa di luar Eropa, mempelajari kebudayaan dan kebiasaannya, untuk kepentingan pemerintah kolonial.

Fase Keempat (setelah tahun 1930-an)
Pada fase ini, Antropologi berkembang secara pesat. Kebudayaan-kebudayaan suku bangsa asli yang di jajah bangsa Eropa, mulai hilang akibat terpengaruh kebudayaan bangsa Eropa.
Pada masa ini pula terjadi sebuah perang besar di Eropa, Perang Dunia II. Perang ini membawa banyak perubahan dalam kehidupan manusia. Kehancuran akibat perang menimbulkan kemiskinan, kesenjangan sosial, dan kesengsaraan yang tak berujung.
Perang Dunia II telah membawa sebagian besar negara-negara di dunia kepada kehancuran total. Kehancuran itu menghasilkan kemiskinan, kesenjangan sosial, dan kesengsaraan yang tak berujung.
Namun pada saat itu juga, muncul semangat nasionalisme bangsa-bangsa yang dijajah Eropa untuk keluar dari belenggu penjajahan. Sebagian dari bangsa-bangsa tersebut berhasil mereka. Namun banyak masyarakatnya yang masih memendam dendam terhadap bangsa Eropa yang telah menjajah mereka selama bertahun-tahun.
Proses-proses perubahan tersebut menyebabkan perhatian ilmu antropologi tidak lagi ditujukan kepada penduduk pedesaan di luar Eropa, tetapi juga kepada suku bangsa di daerah pedalaman Eropa seperti suku bangsa Soami, Flam dan Lapp.

Minggu, 17 Mei 2009

Upin & Ipin Session 1



ini animasi lucu banget, menceritakan tentang tiga anak yatim piatu yang tinggal dengan neneknya. Tiga anak itu adalah Ros, Upin, dan Ipin. Upin dan Ipin adalah kembar, mereka berdualah "biang" kelucuan cerita ini. Mungkin bahasanya kurang familiar krn animasi ini menggunakan bahasa Malaysia, tapi justeru karena itulah animasi ini lucu.

Selamat menonton!

Silakan download
episode 1
episode 2
episode 3
episode 4
episode 5&6

klo ada broken link atau error, kasih tau sy ya, bisa via email atau facebook.